Galau
11 Januari 2005
Asap kabut menyelinapi
Perasaan, pikiran dan
Padamkan sebuah harapan
Akankah hidup yang dijalani tak akan menemui arti
Ingin hati ibu di sambpingku
Tapi itu tak mungkin saat ini
Aku adalah aku
Aku hidup dengan taganku
Tanganku yang penuh derita
Mungkinkah kebahagiaan akan kudapat
Atau aku hanya seongok manusia yang malang
Mengapa tuhan kamu turunkan aku keduniamu
Sedangklan dunia ini keras tajam dan berliku
Pecundang
25 Maret 2005
Hai engkau yang duduk di depan bangku meja kelasku
Setiap detik wajahmu ada di benaku dan
Ini takan pernah bisa pergi walau pun saat menutup mata ketika ku lepaskan lelah.
Senyumu yang kau lemparkan kewajah temanku
Telah menampar wajahku untuk pergi melupakanmu
Tapi itu takbisa lakukan semua ini
Karena kamu wanita yang sempurnauntuku.
Pernah aku berlari menembus padang ilalang
Untuk membuang semua harapan dan impian padamu.
Uh .. Tetap saja kau datang dalam pikiranku
Pergi … pergi jangan datang dan sakiti hati ini lagi.
Karena aku tau kau takan pernah tau perasaanku padamu.
Sudahlah … karena aku tak sanggup mengatakan semua padamu
Bidadari Impian
5 Maret 2005
Hari ini sangat sepi,
Disaat gemericik hujan basahi bumi perlahan.
Coba tidur, berharap mimpi indah bertemu dengan gadis cantik yang binal dan nakal dan
Yang pasti aku akan mengharapkan kedatangannya di setiap mimpiku,
Tanganya bergetrak perlahan dengan gemulai mengajaku terpana dan berhenti bernafas sejenak.
Kau tinggalkan semua yang menutupmu dengan perlahan dan pasti.
Bibirmu yang sexy tak mungkin aku lupakan sampai mati,
Sungguh aku merindukanmu,
Datanglah padaku dan puaskanlah hasratku.
Setialah padaku untuk selalu datang kedalam mimpiku.
Untukmu akan kutuliskan namamu
Dalam puisi terindah yang pernah ku tulis.
Ranjang Bisu
7 Maret 2005
Hi … Bangun!!!
Janganlah engkau memeluku setiap waktu,
Aku sikasur bisu sudah sesak dan cangkel memelukmu.
Aku saksikan kamu setiap waktu berada diatasku.
Pergi … Perbaiki harimu dengan bunga mimpi yang kau dapati bersamaku
Janganlah kau vonis dirimu ke jurang kenistaan,
Cobalah hargai dirimu yang malang itu,
Bangkit, dan tunjukan pada dunia bahwa engkau belum mati,
Aku takan pernah melupakanmu, karna aku adalah sahabat jasadmu yang lelah
Sobat … !! Tak akan aku ijinkan kamu untuk menghentikan harapan impian dan tujuanmu
Karena aku adalah sahabat yang selalu setia untukmu selamanya.
Mammy
28 Maret 2005
Wahai perempuan yang terus mengelus-elus perut bengkak.
Tahukah engkau siapa kah orang yang akan mengganggumu setip engkau terlelap tidur ditengah malam
Dia adalah aku yang jauh darimu, setahun kurang tiga bulan, selama itu engkau memeluk aku dengan cinta dan kasih sayang.
Apakah engkau merasa benci terhadapku?
Tetapi selama aku masih punya dua daun telinga
Tak pernah aku dengar satu kata “i hate you”
Kasih dan sayangmu itulah yang terukir dalam ingatanku,
Maafkanlah anakmu yang melukai perasaanmu dan selalu mengecewakanmu.
Cukup sudah penderitaanmu,
Ku harap engkau akan bahagia selamanya
I love you forever mamm
Sobat !!
16 February 2004
Ingatkah kawan?
Saat kita duduk bersama
Di atas deretan bangku panjang
Kita habiskan waktu dengan bercanda dan tertawa
Ingatkah kawan?
Saat kita ramai bersorak mewarnai baju dengan warna-warni dan
Kita berhenti menjadi tentara abu-abu
Kita saling memlambaikan tangan saat pertemuan terakhir,
Mungkin yang terakhir tetapi aku harap ini bukan yang terakhir
Aku merindukan kalian wahai teman….
Tapi apa yang aku dapati saat ini?
Kalian tidak duduk tepat dihadapanku
Hanya sepenggal puisi mewakili kehadiran kalian
Hanya sederetan cerita mengisi nikmatnya kenangan
Aku ingin kembali saat dulu kita duduk di bangku panjang yang usang
Milik kelas kita …?
Tapi rasanya berat itu aku lalkukan
Karena aku sedang bermimpi dan terus bermimpi
Aku tak bisa
5 Maret 2005
Aku tak pernah bermimpi untuk jadi bagian darimu
Tetapi takdir berkata lain kepadaku
Aku harus jadi mata hatimu
Tak terasa jam dinding pun tak sanggup menghitung berapa lama kita bersama dalam ikatan persaudaraaan.
Aku tak pernah menyangka sebelumnya bahwa engkau mencintaiku,
Tetapi itu tak mungkin karena kita sama.
Aku tak tahan untuk tinggal bersamamu walaupun satu malam saja.
Karena aku takut engkau akan menggantungkan hasratmu di leherku.
Tenanglah engkau disana, cintai lawan jasadmu dengan tulus
Dan aku harap jika engkau akan dapat menggapai mata hari yang cerah
Di pagi musim semi
Bosan
5 Maret 2005
Memandangi langit-langit kamarku setiap hari
Tak ada jasad yang sudi menemani.
Mungkin akan seperti ini?
Tetapi aku tak peduli dengan semua ini.
Satu keping bermuka dua selalu setia menemani jasadku yang takut mati
Karena hidup yang tak temukan arti
Hanya bermimpi tiap pagi,
Radio yang tak pernah mati mengajak aku untuk tertawa dan menangis, merenung dan bermimpi lagi.
Mungkin pula akan pundamental dalam nasib diri ini?
Tapi aku yakin suatu saat nanti badai akan meluluh lantakan dan
Menghancurkan kapal nelayan yang tak tau jalan pulang.
Menuju mentari pagi
16 February 2004
Aku yang sulung pergi tinggakan kampung yang sepi ini
Menuju muara mimpi
Dipagi kemarin itu semangat bagaikan api yang menghanguskan jerami-jerami seusai panen padi
Kejadian ini berulang kali
Laksana mata hari yang datang dan pergi tiap hari
Dua tahun sudah aku lalui tetapi tetap saja begini
Hanya terus bermimpi
Oh ..
Tuhan aku lelah dengan semua ini!!
Berikan petunjuk dan kasih sayangmu!!
Yang murni sejati dan hakiki
Agar aku dapat menggapai mentari pagi!!
Taubatku
27 maret 2008
Ada suara bergemuruh di setiap pajar menjelang
Ku tahu aku mendengarnya
Ada kata bijak bertebaran dan
Mengendap dalam telinga
Tuhan ku tahu nodaku terlalu pekat
Tuhan aku malu mengangkat kepala atas rahimu
Ataukah aku harus bersembunyi?
Dan mengatakan Aku takan pernah mati!!
Sambil menangis kuharap ampunanmu tersabit atasku
Aku lemah aku rapuh aku hilaf aku pasrah
Aku yakin dosaku kau ampuni
Karena ku yakin kau Maha pengampun
Atau sebaliknya?
Karena dosaku yang pekat ini
Tuhan tetapkanlah langkahku dijalanmu
Tuhan, kuharap engkau tidak tersinggung
Dengan mulutku yang hina ini
God please help me