PUISI BELIA

June 10, 2008 - Leave a Response

Galau

11 Januari 2005

Asap kabut menyelinapi

Perasaan, pikiran dan

Padamkan sebuah harapan

Akankah hidup yang dijalani tak akan menemui arti

Ingin hati ibu di sambpingku

Tapi itu tak mungkin saat ini

Aku adalah aku

Aku hidup dengan taganku

Tanganku yang penuh derita

Mungkinkah kebahagiaan akan kudapat

Atau aku hanya seongok manusia yang malang

Mengapa tuhan kamu turunkan aku keduniamu

Sedangklan dunia ini keras tajam dan berliku

Pecundang

25 Maret 2005

Hai engkau yang duduk di depan bangku meja kelasku

Setiap detik wajahmu ada di benaku dan

Ini takan pernah bisa pergi walau pun saat menutup mata ketika ku lepaskan lelah.

Senyumu yang kau lemparkan kewajah temanku

Telah menampar wajahku untuk pergi melupakanmu

Tapi itu takbisa lakukan semua ini

Karena kamu wanita yang sempurnauntuku.

Pernah aku berlari menembus padang ilalang

Untuk membuang semua harapan dan impian padamu.

Uh .. Tetap saja kau datang dalam pikiranku

Pergi … pergi jangan datang dan sakiti hati ini lagi.

Karena aku tau kau takan pernah tau perasaanku padamu.

Sudahlah … karena aku tak sanggup mengatakan semua padamu

Bidadari Impian

5 Maret 2005

Hari ini sangat sepi,

Disaat gemericik hujan basahi bumi perlahan.

Coba tidur, berharap mimpi indah bertemu dengan gadis cantik yang binal dan nakal dan

Yang pasti aku akan mengharapkan kedatangannya di setiap mimpiku,

Tanganya bergetrak perlahan dengan gemulai mengajaku terpana dan berhenti bernafas sejenak.

Kau tinggalkan semua yang menutupmu dengan perlahan dan pasti.

Bibirmu yang sexy tak mungkin aku lupakan sampai mati,

Sungguh aku merindukanmu,

Datanglah padaku dan puaskanlah hasratku.

Setialah padaku untuk selalu datang kedalam mimpiku.

Untukmu akan kutuliskan namamu

Dalam puisi terindah yang pernah ku tulis.

Ranjang Bisu

7 Maret 2005

Hi … Bangun!!!

Janganlah engkau memeluku setiap waktu,

Aku sikasur bisu sudah sesak dan cangkel memelukmu.

Aku saksikan kamu setiap waktu berada diatasku.

Pergi … Perbaiki harimu dengan bunga mimpi yang kau dapati bersamaku

Janganlah kau vonis dirimu ke jurang kenistaan,

Cobalah hargai dirimu yang malang itu,

Bangkit, dan tunjukan pada dunia bahwa engkau belum mati,

Aku takan pernah melupakanmu, karna aku adalah sahabat jasadmu yang lelah

Sobat … !! Tak akan aku ijinkan kamu untuk menghentikan harapan impian dan tujuanmu

Karena aku adalah sahabat yang selalu setia untukmu selamanya.

Mammy

28 Maret 2005

Wahai perempuan yang terus mengelus-elus perut bengkak.

Tahukah engkau siapa kah orang yang akan mengganggumu setip engkau terlelap tidur ditengah malam

Dia adalah aku yang jauh darimu, setahun kurang tiga bulan, selama itu engkau memeluk aku dengan cinta dan kasih sayang.

Apakah engkau merasa benci terhadapku?

Tetapi selama aku masih punya dua daun telinga

Tak pernah aku dengar satu kata “i hate you”

Kasih dan sayangmu itulah yang terukir dalam ingatanku,

Maafkanlah anakmu yang melukai perasaanmu dan selalu mengecewakanmu.

Cukup sudah penderitaanmu,

Ku harap engkau akan bahagia selamanya

I love you forever mamm

Sobat !!

16 February 2004

Ingatkah kawan?

Saat kita duduk bersama

Di atas deretan bangku panjang

Kita habiskan waktu dengan bercanda dan tertawa

Ingatkah kawan?

Saat kita ramai bersorak mewarnai baju dengan warna-warni dan

Kita berhenti menjadi tentara abu-abu

Kita saling memlambaikan tangan saat pertemuan terakhir,

Mungkin yang terakhir tetapi aku harap ini bukan yang terakhir

Aku merindukan kalian wahai teman….

Tapi apa yang aku dapati saat ini?

Kalian tidak duduk tepat dihadapanku

Hanya sepenggal puisi mewakili kehadiran kalian

Hanya sederetan cerita mengisi nikmatnya kenangan

Aku ingin kembali saat dulu kita duduk di bangku panjang yang usang

Milik kelas kita …?

Tapi rasanya berat itu aku lalkukan

Karena aku sedang bermimpi dan terus bermimpi

Aku tak bisa

5 Maret 2005

Aku tak pernah bermimpi untuk jadi bagian darimu

Tetapi takdir berkata lain kepadaku

Aku harus jadi mata hatimu

Tak terasa jam dinding pun tak sanggup menghitung berapa lama kita bersama dalam ikatan persaudaraaan.

Aku tak pernah menyangka sebelumnya bahwa engkau mencintaiku,

Tetapi itu tak mungkin karena kita sama.

Aku tak tahan untuk tinggal bersamamu walaupun satu malam saja.

Karena aku takut engkau akan menggantungkan hasratmu di leherku.

Tenanglah engkau disana, cintai lawan jasadmu dengan tulus

Dan aku harap jika engkau akan dapat menggapai mata hari yang cerah

Di pagi musim semi

Bosan

5 Maret 2005

Memandangi langit-langit kamarku setiap hari

Tak ada jasad yang sudi menemani.

Mungkin akan seperti ini?

Tetapi aku tak peduli dengan semua ini.

Satu keping bermuka dua selalu setia menemani jasadku yang takut mati

Karena hidup yang tak temukan arti

Hanya bermimpi tiap pagi,

Radio yang tak pernah mati mengajak aku untuk tertawa dan menangis, merenung dan bermimpi lagi.

Mungkin pula akan pundamental dalam nasib diri ini?

Tapi aku yakin suatu saat nanti badai akan meluluh lantakan dan

Menghancurkan kapal nelayan yang tak tau jalan pulang.

Menuju mentari pagi

16 February 2004

Aku yang sulung pergi tinggakan kampung yang sepi ini

Menuju muara mimpi

Dipagi kemarin itu semangat bagaikan api yang menghanguskan jerami-jerami seusai panen padi

Kejadian ini berulang kali

Laksana mata hari yang datang dan pergi tiap hari

Dua tahun sudah aku lalui tetapi tetap saja begini

Hanya terus bermimpi

Oh ..

Tuhan aku lelah dengan semua ini!!

Berikan petunjuk dan kasih sayangmu!!

Yang murni sejati dan hakiki

Agar aku dapat menggapai mentari pagi!!

Taubatku

27 maret 2008

Ada suara bergemuruh di setiap pajar menjelang

Ku tahu aku mendengarnya

Ada kata bijak bertebaran dan

Mengendap dalam telinga

Tuhan ku tahu nodaku terlalu pekat

Tuhan aku malu mengangkat kepala atas rahimu

Ataukah aku harus bersembunyi?

Dan mengatakan Aku takan pernah mati!!

Sambil menangis kuharap ampunanmu tersabit atasku

Aku lemah aku rapuh aku hilaf aku pasrah

Aku yakin dosaku kau ampuni

Karena ku yakin kau Maha pengampun

Atau sebaliknya?

Karena dosaku yang pekat ini

Tuhan tetapkanlah langkahku dijalanmu

Tuhan, kuharap engkau tidak tersinggung

Dengan mulutku yang hina ini

God please help me

AKU INGIN MENJADI PENYIAR … !!!

June 10, 2008 - Leave a Response

Oleh: Indra Octora

Suara seorang penyiar kita dengar dari pesawat radio yang kita milki, suaranya mengalun mengantarkan kebersamaan dalam beraktivitas dan beristirahat. Sebenarnya saat kita sibuk bekerja, panyiar juga sedang sibuk milihin lagu, nurunin dan naikin fader (alat untuk menurunkan dan menaikan volume music atau vocal saat siaran di radio) begitu cepat dan jeli karena jika salah maka kita akan memindahkan frekuensi radio itu atau kita ngomentarin “radio ngak mutu”. Lalu ketika kita sedang enak beristirahat selepas bekerja atau sedang termenung dan berhayal. Seorang penyiar sibuk mikirin SMS mana yang akan dibaca duluan, lagu apa yang akan diputerkan selanjutnya dan berapa menit lagi waktu yang tersisa untuk muterin iklan, adlibs, dan ngomong buat nyampein materi. Memang sibuk tapi demi kepuasan pendengar, penyiar siap melakukan semuanya.

Bagi para pemula mungkin agak sedikit kebingunangan apa yang harus pertama dilakukan ketika siran. Fakta membuktikan siaran perdana atau pengalaman kali pertama siaran itu sering mengalami “gugup yang hebat”. Saat mulut mendekati microphone dan akan mengatakan sesuatu otak kita tibatiba jadi blank kosong mau ngomong apa? Nah bukan hanya itu kita juga sering bingun, nanti lagu selanjutnya apa ya? Trus gak Cuma itu gara-gara panik kita jadi lupa menutup kembali fader mixer atau lupa naikin fader saat bicara. Wah … pasti keringat akan mengucur deras dari dahi dan ketiak. Lalu bagai mana cara mengatasi hal tersebut?

Selain percaya diri sebagai syarat mutlak untuk menjadi penyiar, memperbanyak latihan adalah syarat yang tidak kelewat penting bagi seseorang yang ingin menjadi penyiar. Seorang penyiar professional misalnya, dia tidak semerta-merta mengabaikan hal-hal yang penting untuk di perhatikan seperti:

  1. Membaca buku, Koran dll
  2. Menonton TV
  3. Diskusi dengan teman atau bertanya kepada orang yang lebih tinggi ilmunya
  4. Datang ke acara seminar dan
  5. Mengolah ide

Semuanya dilakukan oleh seorang penyiar untuk menjadi pribadi yang dinamis tidak monoton. Bayangkan saja akan seperti apa kejadiannya jika seorang penyiar berbicara itu-itu melulu atau bahasannya ngak jauh pasti mengarah kearah situ, pasti bosen!!! Ya? Nah kelima poin diatas jangan sampai diabaikan oleh kamu calon broadcaster sejati. Karena inilah yang akan mencetak secara otomatis pribadi kamu yang dinamis dan ngak pernah ketinggalan dalam hal kemajuan.

Membiasakan sesuatu yang ngak biasa kita lakukan itu akan memberikan ketidak nyamanan. Misalnya, kita dipaksa untuk membaca padahal kita males membaca, belajar berbicara di cermin bikin kita ngak pede karena di cermin kita menganggap wajah kita kurang cakep, belajar banyak ngobrol dan mengenal banyak orang padahal kita adalah seorang yang pendiam. Bagaimana solusinya?

Nah inilah masalah yang saya anggap susah-susah gampang, tapi jika saya boleh bertanya kepada pembaca, bagaimana jika seorang SBY, dia merasa minder dan malu untuk jadi presiden? Pasti sekarang presidennya bukan SBY, mungkin SBK atau GP (itu mah Super Bike dan Grand Prix) nah modal pertama yang harus dimilki oleh siapa pun yang ingin maju dan khususnya buat calon broadcaster itu mesti “berani” sekali lagi berani!!! Nah jika modal ini sudah dijalankan dan bersemayamkan dalam jiwa kita, maka predikat sukses itu kemungkinan besar pasti dapat kita raih. Selanjutnya adalah proses realisasinya, teori sukses tanpa praktek itu nonsense jika kita hanya berdiskusi menjadi seorang yang sukses setiap hari tanpa ada langkah untuk menjalankan ke arah itu. Jangan harap esok hari bisa makan kenyang. Nah , prinsip berani ini mesti kita terapkan dalam pergaulan sehari-hari misalnya, berani bertanya, menyapa, ngobrol saat di bis atau di halte dengan orang yang tidak kita kenal, dan berani memberikan senyum pada setip orang. Saya jamin hidup kamu akan merasa lebih baik dari hari kemarin. Setelah keberanian kita tanam dalam jiwa, maka proses selanjutnya adalah memanfaatkan kebernian kita kepada hal yang positiv, contoh, mencari kesempatan untuk meluluskan cita-citamu itu yaitu menjadi penyiar, dengan cara mencari informasi lewat teman, main ke studio radio, baca Koran dan internet. Nah, jika sudah dapat satu kesempatan, maka jangan sampai kita lewatkan kesempatan ini, karena kesempatan kedua belum tentu datang lagi menghampiri kita. Langkah selanjutnya adalah menyiapkan surat lamaran, CV cuiculum vitae, poto copy ijazah (jika diperlukan), KTP, photo close up, dan sertifikat yang yang telah kita dapat dari pelatihan-pelatihan kepnyiaran dan sebagainya.

Memang keberuntungan itu selalu tidak pasti dan kesempatan pertama yang kita dapatkan belum tentu itu akan kita raih. Ada pepatah seorang milioner mngatakan “sukses adalah belajar dari try error and try error” baru kesuksesan akan kita dapatkan setelah kita mngetahui semua kelemahan kita dari kegagalan-kegalan yang ada. Jangan mengaku seorang pejuang sukses jika kita tidak pernah melakukan try error sebanyak seratus kali. Jika kita coba menganalogikan, misalnya kita melesatkan anak panah pada satu titik sasaran maka dari seratus lesatan itu pasti salah satunya tepat sasaran. Jiwa tangguh juga harus kita tanamkan dari tonggak perjuangan kita, jangan pernah mengeluh pada keterbatasan dan kelemahan karena manusia diciptakan adalah sebagai mahluk yang memilki sifat lemah dan memilki keterbatasan, orang lain bisa, pasti kita pun “bisa … !!!”

Langkah-langkah praktis untuk menjadi penyiar adalah:

  1. Self preparing (mempersiapkan diri)
  2. Confidence (percaya diri)
  3. Recording (rekam)
  4. Evaluasi
  5. Try and try again

Mempersiapkan diri kita untuk melangkah labih maju adalah wajib bagi seorang yang merencanakan masa depan cerah. Persiapan diri adalah meliputi mempersipkan mental dan sedikit materi. Selanjutnya pupuk rasa percaya diri dalam jiwa kita, buatlah diri kita menjadi seorang yang “exist” dalam setiap kegiatan positiv, ini akan menjadikan diri kita menjadi seorang pribadi yang dinamis dan aktiv. Belajar percaya diri dapat dilakukan dengan berbicara pada cermin, kita dapat melihat ekspresi wajah kita saat marah, gembira, nagis dan bingung. Dari sinilah kita dapat melatih diri kita menjadi enak berbicara pada orang banyak. Bernyanyi saat mandi atau dikamar tidur alih-alih melatih vocal dan pernafasan. Setiap kali kita latihan siaran ada baiknya kita rekam dalam tape recorder atau alat rekam lainnya. Karena recorder ini suatu saat juga dapat bermanfaat bagi kita saat melamar pekerjaan karena biasanya suka melampirkan sample voice. Jangan lupa setelah latihan kita adakan evaluasi diri dari segala kegiatan yang telah kita lakukan sehari-hari atau latihan-latihan, apakah ada kemajuan atau kemunduran dan effect yang ditimbulkan, apakah positiv atau negativ?.

Jadikanlah diri kita menjadi sosok pribadi yang dinamis jangan pernah berhenti untuk berkarya dan bekerja. Karena hakikat manusia adalah diukur dari apa yang telah ia kerjakan. So, ngak ada lagi pekerjaan yang ditunda tunda untuk sukses menjadi penyiar. Jungjung tinggi asas try error dan try error hingga kamu menjadi orang yang besar dan hebat. Good luck … !!!

Cinta Itu Tidak Buta Tetapi, Cinta Itu Adalah Memahami

June 10, 2008 - Leave a Response

Oleh: Dedi Suhendar

Mahasiswa Sastra Inggris UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Ketika kita dihadapkan dengan sebuah kenyataan atau sebuah kondisi jiwa “kita telah jatuh cinta”, begitulah isyarat hati ketika perasaan ini meraja dalam diri. Memang indah apa yang dijanjikan oleh cinta; sebuah kenyamanan, keharmonisan, kebersamaan, dan jalinan kasih abadi. Akan tetapi cinta itu tidaklah semua orang berhak mendapatkan esensi atau inti dari cinta yang dimaknai oleh masing jiwa-jiwa manusia. Karena cinta seperti tempurung yang melindungi air suci cinta tersebut. Siapakah orang yang berhak untuk mendapatkan cinta? Saya dan anda adalah orang yang kemungkinan besar mendapatkan cinta. Lalu seperti apa kehendak cinta bagi manusia untuk memilkikinya? Cinta itu timbul bagi siapapun mahluk yang ada dibumi ini tak terkecuali binatang atau tumbuhan, semua mahluk yang hidup diatas dunia ini mereka memiliki cinta suci,

Cinta tak usah dikejar atau diundang cinta adalah buah manis dari pengorbanan dan perjuangan untuk saling memahami sesama lainya dari antara manusia dengan manusia, hewan, tumbuhan juga jagat raya ini. Saling mengerti apa yang hendak dipahami oleh masing-masing mahluk antara satu dan yang lainnya saling memahami dan memaknai. Itulah sebabnya cinta tidak bisa dibangun oleh rezim keserakahan dan hawa nafsu, cinta tidak akan bersemayam kepada orang yang kerdil dan kotor hatinya. Cinta adalah rasa tulus yang ada dalam diri semua insan yang sanggup memahami sesama dan lingkungannya. Jalankanlah roda dunia ini dengan putaran cinta, mungkin Tuhan akan meringankan siksa cinta yang begitu pedih. Benarkah cinta itu memilki siksa yang sangat menyedihkan? Ya, cinta akan menjadi duri!, cinta akan menjadi racun!, cinta akan menjadi neraka bagi orang yang hendak memadukan antara keserkahan yang dibumbui dengan nafas cinta, cinta disana tidak akan memberikan ketentraman dan kenyaman bagi yang memilkinya jika aura jiwanya telah dikuasi nafsu keserakahan dan amaran serta kebodohan yang amat pekat. Cinta harus di semayamkan dalam pembaringan ikhlas dan memahami, karena cinta yang ia rasa adalah sesuatu yang telah diberikan untuk sesamanya.

Hati-hati dengan “topeng cinta”, kadang keinginan yang begitu kuat dan tekat yang begitu membara untuk menguasai dan memilki biasanya di payungi atas nama cinta. Padahal sesungguhnya cinta bukanlah seperti itu, sekali lagi saya katakan cinta itu adalah buah dari pengorbanan dan saling memahami karena esensi cinta adalah keseimbangan dan kedamaian. Bukankah cinta itu membutakan? Stop!! Untuk mengatakan cinta membutakan manusia… karena yang telah membutakan manusia adalah hawa nafsu belaka, jangan jadikan cinta sebagai kambing hitam. Cinta itu adalah buah manis dari pohon surga yang jatuh ke duania. Maka tidaklah patut fitnah ditebarkan atas nama cinta. Cinta telah menebarkan manusia dimuka bumi ini karena cintanya Adam atas Hawa, jauh sebelum itu Hawa tercipta didunia karena adam telah memakan buah cinta dan ia harus belajar memahami seseorang selainnya, lalu Hawa lah yang hendak mengajarkan cinta kepada adam. Walau terkadang ada yang menebar fitnah atas nama cinta; Adam memakan buah kholdi didasarkan atas nama cinta. Maaf ungkapan itu salah besar, karena Adam telah berani memakan buah kholdi adalah atas bujuk rayuan syaitan sahaja.

Jadi cinta akan kita petik jika kita telah menanam pohonnya dan menyiraminya dengan tulus dan yakinlah suatu hari cinta itu akan menjadi bunga dan berubah menjadi buah yang manis tak terkira kenikmatannya. Pohon yang harus kita tanam adalah pohon kejujuran, perjuangan, pengorbanan, kesetiaan, dan memahami diri kita dan orang lain.

DIAN VS DIANA

June 10, 2008 - Leave a Response

Dian I

kali pertama aku bertemu dengamu

isyarat cinta tidak hadir dalam nadiku

hanya nafsu yang mengejolak dalam raga ini

tapi aneh, mulut berkata setia padamu?

heran?

mengapa ini terjadi padaku?

padahal ini telah berulang-ulang kali

terjadi dalam hidupku

kau begitu sopan dan ramah

membuatku membedakanmu

dengan bunga-bunga di taman surga

Dian II

dialah dian sosok yang sederhana

mengajaku berkelana dan brcinta

mengajriku berkata jujur dan berjanji

untuk setia

dialah dian yang memberikanku surga dunia yang indah

dengan sorot matanya aku tertunduk

dengan senyumannya

aku bahagia

tak ku kira …

ludah yang telah ku buang

harus kutelan kembali

tak ku kira …

kini aku memunguti puing-puing

reruntuhan bangunan cintaku

kau begitu berarti untuku

lebih dari nyawaku

Dian III

bunga melati yang kutanam

kusiram dan ku taruh didepan jendela

tercampakan dengan siratan jiwa yang kabur

hanya engkau melati yang selalu

memberiku wewangian dari sekaan jendela

dimana kau selalu berdiri disana

dikamar ini aku merasa hampa tanpamu

wahai melatiku yang wangi dan

selalu berbunga setiap hari

tapi aku takut jika engkau beranjak dari tempatmu

kau akan layu dan mati

mungkin begitulah nasibmu

menjadi sesosok melati indah harum dan wangi

yang menghiasi jendelaku setiap hari

walau harus kurelakan kumbang singgah

di tubuhmu yang mekar

Dian IV

engkau selalu tersenyum padaku

kadang pula memaksaku untuk menangis

heran?

tapi itulah dirimu

kau katakan tidak! padaku

walau kadang mengulurkan tangan padaku

tapi itulah dirimu

kau ajak aku untuk berjaji

walau kadang kita ingkari bersama

begitulah dirimu

kau sirami aku dengan air sucimu

walau kadang aku merasa bersalah

itulah dirumu

Dian V

ku akui aku tlah jatuh

dan tak bisa lagi terpikat dengan yang lain

tapi ku sadar kau bukan miliku

dan tak mungkin kita akan bersama

ku akui aku memang lemah

hingga cintaku punah ditelah waktu

tapi kusadar rasa ini takan hilang

hingga akhir menutup mata

aku yakin memilki tak selalu nyata

tapi aku yakin kebahagiaan atasmu lah

yang sejati bagiku

Dian VII

sampaikan kata maafku untuk dia

kepada dia yang telah kusakiti

sampaikanlah rasa rinduku untuknya

kepada dia yang selalu memilikiku

sampaikanlah rasa piluku

kepada dia yang telah meninggalkanku

sampaikanlah rasa inginku untuk bersama

kepada dia yang disana

sampaikanlah padanya bahwa aku menyayanginya

kepada dia yang rela atasku kebahagianku.

Undang-undang penyiaran UUD No.32

June 10, 2008 - Leave a Response

Mata kuliah pada perkuliahan Jurnalism

Oleh: Drs. M. Mahi hikmat,

Dosen Jurnalism Fak. FIDKOM dan Adab UIN “SGD” Bandung

Media masa memilki 4 fungsi

  1. Informasi
  2. Educated
  3. Entertainment
  4. Mempengaruhi (propaganda)

Secara undang-undang keempat poin diatas semuanya harus terpresentasikan kedalam fungsi poko media masa:

- ekonomis

- kebudayaan

Arah kebijakan UUD No. 32

- Pancasila dan UUD 45

- Mempertahankan moralitas dan agama

- Meningkatkan kualitas SDM

- Persatuan

- Taat pada hukum dan aturan

- Peran aktiv masyarakat

- Informasi yang benar dan seimbang

Pemerintahan menguasai tiga hal dalam media electronik:

  1. pemerintah berhak membuat sistem penyiaran nasional
  2. pemerintah menguasai spektrum frekuensi
  3. pemerintah membentuk komisi penyiaran

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) memiliki karakter:

- Independent

- Hanya didirikan di pusat dan daerah

- Di awasi dan diangkat dprri dan dprd

- Mewadahi aspirasi masyarakat

KPID memilki wewenang:

    1. Membuat standar program acara
    2. Mengawasi aturan penyiaran
    3. Memberikan sanksi

KPI memilki Kewajiban:

    1. Menjamin masyarakat mendapatkan informasi yang benar
    2. Mengatur persaingan di media masa
    3. Mengevaluasi kegiatan-kegiatan media elekronik

Jenis penyiaran yang legal menurut UUD No. 32

  1. Penyiaran publik
  2. Tv swasta
  3. Tv komunitas
  4. Tv berlangganan

Untuk Tv asing boleh masuk akan tetapi harus melewati sensor KPI

Hak perizinan media elektronik

- Untuk TV 10 tahun

- Untk Radio 5 tahun

Isi siaran yang diperboelhkan

- Isinya harus sesuai dengan fungsi pokok siaran

- Harus memenuhi 60 % siaran dalam negeri

- Harus melindungi keluarga dan remaja

- Harus netral non partisan

- Tidak boleh ada fitnah, menghasut dan berbohong

- Tidak boleh cabul judi dan lainnya

- Tidak boleh mengandug kekerasan

- Tidak menyinggung SARA

Analisis puisi

June 10, 2008 - Leave a Response

MATA KULIAH BSI UIN “SGD” BANDUNG

Metapora: adalah sebuah kata yang membandingkan satu dengan yang lain, metapora juga adalh majas dan smiley

Misal: Seperti, Bagaikan dll.

Metonimic: adalah ungkapan kalimat yang bermakna satu untki semua atau makna semuanya diwakilkan dengan makna lain

Misal: Gedung Putih, Pentagon, Rumah sakit dll.

Animesis: kajian sastra dari dunia nyata kedalam dunia fiksi

Strukturalis: tidak bersangkutan dengan author

Structuralis Genesis: bersangkutan dengan author dan budayanya

Alusion Atau Alusi: mengkaitkan ungkapan dengan kejadian lain

- alusion beblical

- historical alusion

- mythycal alusion

Pedoposis: adalah rayuan gombal

Langkah-Langkah Menyusun Karya Ilmiah

June 10, 2008 - Leave a Response

MATA KKULIAH BSI UIN SGD BANDUNG

a. Memilih pokok bahsan

- Pentingkah masalah itu kita ungkap atau teliti?

- Merarikah masalah itu kita bahas

- Cukup atau mampu sarana dan prasaran

- Terlalu luas atau sempit

- Mungkinkah kita dapat memperoleh data yang lengkap

b. Membatasi pembahasan

c. Membuat kerangka karangan

- Topik: pokok subject yang akan dibahas

- Tema: tujuan atau kehendak penulis terhadap topik

- Tesis: Pendapat untuk penulis tentng suatu tema

- Judul: nama yang memenuhi identitas karangan yang mencerminkan karangan

Dasar dasar prinsip yang harus dikuasai dalam membuat tulisan karya ilmiah:

Ontologi: hakikat ilmu dan metode

Aksiologi: Manfaat

Jenis-jenis karangan ilmiah:

- Makalah atau paper

- Artikel makalah yang sudah di terbitkan di media cetak

- Skripsi karya ilmiah untuk menyelesaikan studi S1

- Tesis karya ilmiah untuk menyelesaikan studi S2

- Resensi atau laporan jurnalism

- Desertasi karya ilmiah untuk menyelesaikan studi S3

REKONSTRUKSI JIWA

June 10, 2008 - Leave a Response

Rintihan Pendosa

Oleh: Dedi Suhendar

Chapter I

Jauh kaki melangkah dari kampung tercinta

Demi satu harapan kelak kebahagiaan akan ditemukan

Tinggalah ia beberapa tahun di perantauan jauh dari orang yang tercinta

Ditanah itulah bermacam-macam cobaan, derita dan duka menghiasi kebahagiaan

Saling bergantian.

Serupa malam yang bergantian dengan siang.

Dibalik reruntuhan sepenggal kalung kisah hidupnya jauh dari sisi idealisme.

Ia dapatkan ilmu, tetapi ilmunya menyesatkannya.

Ia dapatkan kesempatan, dengan senang ia lepaskan begitu saja.

Ia dapatkan tantangan lalu lari terbirit-birit seraya melebarkan tangan dengan bibir mencibir,

Dosa … Dosa … Nampaknya tidak akan ditinggalkan olehnya kebodohan,

Karena dia tidak tahu kebodahan yang telah ia perbuat.

Ia sudah jenuh dengan panggilan pendusta ilmu, agama, penzina, pemalas dan jiwa kerdil

Lalu apa yang mesti ia lakukan untuk mengingat dan

Menebus dosanya?

Chapter II

Dari hati yang tidak nampak oleh kasad mata

Butiran kata dan rasa selalu ia tuangkan dalam derain air mata

Dialah pemimpin yang harus bertanggung jawab atas semua ini,

Wahai hati yang mempunyai dua sisi dimensi,

Hati buruk dan suci inilah isi dalam jasadmu.

Kadang aku tak sanggup mengikuti jejak langkahmu dengan ikhlas

Wahai hati yang buruk engkau adalah singgasana setan yang di kutuk Tuhan

Wahai hati yang bening dan suci engkau adalah malaikat pemberi wahyu dalam hidupku

Mengapa singgasana syaitan mesti ada dalam segumpal darah ini

Mungkinkah ini temapt untuk prajurit cinta berbuat

Suatu masa prajurit yang dikirimkan untuk menggempur kerajaan syaitan, harus mundur dengan sisa prajurit yang sedikit pulang sembari membawa luka dan kesedihan.

Wahai Tuhanku sang pemilik dua sisi

Engkau telah menciptakan semua ini,

Untukku sekali lagi ini untuk aku

Ya Tuhan jangan berikan otonomi yang luas bagi syaitan

Aku ingin bertemu denganmu dan ingin bersamamu

Rindu dan cintaku tak seperti pada dunia

Ya Tuhan berikan aku jalan dengan himahmu…

Mebuat puisi itu mudah

June 10, 2008 - Leave a Response

Oleh: Dedi Suhendar Mahasiswa Sastra Inggris UIN “SGD” Bandung

Biasanya membuat puisi itu dilakukan saat kondisi mood kita lagi baik. Karena kondisi ini biasanya sangat mendukung untuk melakukan hal apa-pun. Lalu pertanyaanya bagaimana jika kita ingin membuat puisi dengan kondisi bad-mood? Terus tiba-tiba kita disuruh untuk membuat puisi ketika kondisi kita tidak sanggup untuk membuat puisi? Pasti kita akan mendapatkan stress dan bukan untaian puisi yang kita dapatkan, karena kita selalu menganggap membuat puisi itu harus melewati ritual pengosongan jiwa dan konsentrasi penuh supaya dapat menciptakan puisi yang indah. Walau pada kenyataanya, teman kita setelah membaca puisimu mengatakan “puisi ini biasa-biasa saja”. Dan tentunya rasa kecewa akan kita dapatkan. Nah berikut ini saya akan beri sedikit bocoran tentang membuat puisi serta trik bagaimana cara mencermati puisi anda:

- Ambil media kosong disekitar anda yang sekiranya dapat anda tulis seperti, kertas sobekan cangkang rokok, dus, cangkkang makanan dari kertas, atau korang bekas.

- Ambil alat tulis pensil atau ball poin atau sebatang “rokrak” ranting kering

- Sobeklah atau bagi media tulis yang telah anda dapatkan tadi dengan 50 sobekan atau lebih

- Tulislah apa yang ada pikirkan saat ini, makanan, olah raga, hewan, manusia, hoby dll, maksimal dua kata.

- Tulis saja jangan banyak berfikir!!!

- Jangan lambat tulislah dengan spontan dan cepat, waktu untuk menulis maksimal tiga menit saja

- Setelah semua sobekan kertas itu ditulis selanjutnya gulung dengan cepat supaya kata-kata yang anda tulis tidak dapat terlihat.

- Masukan kedalam gelas atau genggaman tangan anda kocok dan keluarkan satu persatu sambil ditulis pada sehelai kertas kosong

- Satu baris maksimal lima kata, jadi setelah lima kata bikin barisan baru

- Teruslah lakukan pengocokan dan penulisan ulang terhadap sobekan yang telah keluar dari undian itu.

- Setelah tersusun menjadi kata-kata maka anda akan mendapatkan ragam kata yang campur aduk dan mungkin tidak nyambung.

- Tugas anda selanjutnya adalah memberi kata sambung seperti kata: dan, lalu juga, seperti, mungkin, atau dll untuk menyambungkan kata-kata yang rancu.

- Setelah tersusun rapih dan lumayan nyambung lalu berikanlah judul pada hasil pekerjaan anda.


Bagaimana, mau coba? Saya jamin anda tidak harus banyak berfikir untuk membuat puisi yang unik dan aneh? Tips ini bukanlah sebuah pengolok-olokan atas ilmu kesusastraan akan tetapi trik membuat puisi seperti ini jika dilihat secara psikologi maka puisi yang telah anda buat itu mencermikan secara nyata real kondisi physikis anda saat itu. Dan anda dapat mengidentifikasi kondisi kejiwaan anda; apa yang anda rasakan dan anda yang anda fikirkan. Selamat mencoba dijamin seru …!!!

CURHAT (Curahan Hati)

June 10, 2008 - Leave a Response

Untuk apa hidup?

Oleh: Dedi Suhendar Mahasiswa Sastra Inggris UIN “SGD” Bandung

Ouh….. lala … lala … duh ….. dududuh…. Nyanyian lagu-lagu dalam jiwa mengalun disetiap langkah manusia. Tidak terasa begitu singkat kita rasakan hidup ini sudah pada saat ini, dan tak sadar bahwa kita sekarang telah dihadapkan dengan kumpulan masalah. Masalah adalah hidup dan hidup adalah masalah, inilah jawaban dari segala kegelisahan. Kegunung, ke ujung samudra kita takan menemukan jawaban yang kita cari dari segala masalah ini, karena pertanyaan ini adalah sebuah masalah. Suatu hari kutemukan seseorang yang mengeluh padaku tentang masalah hidupnya dia tak peduli walau pun sebelumnya diantara kami tidak saling mengenal. Disini saya mulai berfikir inikah yang selalu dikatakan oleh orang-orang bahwa manusia saling membutuhkan; saling berbagi dan berbagi atas nama saling.

Masalah hidup pertama saya dapatkan ketika lahir kedua yang ramai ini; begitu lahir dan merasakan dinginnya dunia ini sayapun menagis dengan isyarat meminta perlindungan pada orang yang berada didekatku waktu itu. Lalu masalah itu kian teratasi seiring bergulirnya waaktu kini orang disekelilingku mengajari untuk mengatasi masalah yang akan aku temuai dikeseharianku. Belajar mengangkat sendok dan mengambil makanan, mengambil cangkir pelastik untuk belajar minum. Merangkak dan belajar berdiri dan berjalan. Pergi sendiri ke toilet untuk kencing dan berak. Belajar memakai baju sendiri dan semuanya hingga saat ini kita sebentarlagi akan mengulangi sejarah orang terdahulu kita. Inikah rantai kehidupan? berangkat dari nol dan berakhir untuk menjadi nol? Pertanyaan mulai memenuhi kepala ini lalu hidup kita sebenarnya untuk apa? Apakah hanya untuk seperti ini hidup lalu belajar untuk bertahan hidup dan meninggalkan kehidupan? Kapan kita akan menemukan jawaban yang hakiki atas pertanyaan ini. Jujur saja hingga pada saat ini aku belum menemukan apakah yang harus aku lakukan untuk supaya hidup ini tidak menemukan sia-sia. Suatu hari temanku menjawab atas pertanyaanku tadi, dia menjawab kita ilahirkan kedunia ini adalah untuk menyembah tuhan. Jawabku itu sudah banyak dilakukan oleh orang lain dan aku belum merasa ini adalah hakiki? Lalu kawanku yang lain menjawab hidup didunia ini untuk berkembang biak dan meneruskan generasi keturunan. Pikirku apa bedanya kita dengan hewan hidup karena alam membutuhkan ekosistem yang seimbang. Kawanku yang lain mengatakan manusia dilahirkan adalah untuk melakukan perubaha. Menurutku dunia ini sedetikpun tidak pernah berhenti dari peredarannya kapan alam akan berhenti berubah jadi manusia menurutku hanyalah mahluk yang terbawa suasana perubahan. Kawanku yang lain datang padaku dan mengatakan bahwa hidup ini adalah pilihan. Aku rasa sewaktu dilahirkan kedunia ini aku tidak pernah memilih untuk masuki dunia yang ramai ini, dan sekarang memang telah kusadari bahwa aku dipaksa untuk memilih. Terakhir temanku berkata padaku katanya hidup adalah sebuah proses dimana manusia tidak mengetahui apa pun lalu manusia jadi mengetahui apa pun. Pertanyaan selanjutnya untuk apa aku harus tau? Dia menjawab “supaya kau mengetahui dirimu sendiri agar dirimu tau diri!!!”