CURHAT (Curahan Hati)

Untuk apa hidup?

Oleh: Dedi Suhendar Mahasiswa Sastra Inggris UIN “SGD” Bandung

Ouh….. lala … lala … duh ….. dududuh…. Nyanyian lagu-lagu dalam jiwa mengalun disetiap langkah manusia. Tidak terasa begitu singkat kita rasakan hidup ini sudah pada saat ini, dan tak sadar bahwa kita sekarang telah dihadapkan dengan kumpulan masalah. Masalah adalah hidup dan hidup adalah masalah, inilah jawaban dari segala kegelisahan. Kegunung, ke ujung samudra kita takan menemukan jawaban yang kita cari dari segala masalah ini, karena pertanyaan ini adalah sebuah masalah. Suatu hari kutemukan seseorang yang mengeluh padaku tentang masalah hidupnya dia tak peduli walau pun sebelumnya diantara kami tidak saling mengenal. Disini saya mulai berfikir inikah yang selalu dikatakan oleh orang-orang bahwa manusia saling membutuhkan; saling berbagi dan berbagi atas nama saling.

Masalah hidup pertama saya dapatkan ketika lahir kedua yang ramai ini; begitu lahir dan merasakan dinginnya dunia ini sayapun menagis dengan isyarat meminta perlindungan pada orang yang berada didekatku waktu itu. Lalu masalah itu kian teratasi seiring bergulirnya waaktu kini orang disekelilingku mengajari untuk mengatasi masalah yang akan aku temuai dikeseharianku. Belajar mengangkat sendok dan mengambil makanan, mengambil cangkir pelastik untuk belajar minum. Merangkak dan belajar berdiri dan berjalan. Pergi sendiri ke toilet untuk kencing dan berak. Belajar memakai baju sendiri dan semuanya hingga saat ini kita sebentarlagi akan mengulangi sejarah orang terdahulu kita. Inikah rantai kehidupan? berangkat dari nol dan berakhir untuk menjadi nol? Pertanyaan mulai memenuhi kepala ini lalu hidup kita sebenarnya untuk apa? Apakah hanya untuk seperti ini hidup lalu belajar untuk bertahan hidup dan meninggalkan kehidupan? Kapan kita akan menemukan jawaban yang hakiki atas pertanyaan ini. Jujur saja hingga pada saat ini aku belum menemukan apakah yang harus aku lakukan untuk supaya hidup ini tidak menemukan sia-sia. Suatu hari temanku menjawab atas pertanyaanku tadi, dia menjawab kita ilahirkan kedunia ini adalah untuk menyembah tuhan. Jawabku itu sudah banyak dilakukan oleh orang lain dan aku belum merasa ini adalah hakiki? Lalu kawanku yang lain menjawab hidup didunia ini untuk berkembang biak dan meneruskan generasi keturunan. Pikirku apa bedanya kita dengan hewan hidup karena alam membutuhkan ekosistem yang seimbang. Kawanku yang lain mengatakan manusia dilahirkan adalah untuk melakukan perubaha. Menurutku dunia ini sedetikpun tidak pernah berhenti dari peredarannya kapan alam akan berhenti berubah jadi manusia menurutku hanyalah mahluk yang terbawa suasana perubahan. Kawanku yang lain datang padaku dan mengatakan bahwa hidup ini adalah pilihan. Aku rasa sewaktu dilahirkan kedunia ini aku tidak pernah memilih untuk masuki dunia yang ramai ini, dan sekarang memang telah kusadari bahwa aku dipaksa untuk memilih. Terakhir temanku berkata padaku katanya hidup adalah sebuah proses dimana manusia tidak mengetahui apa pun lalu manusia jadi mengetahui apa pun. Pertanyaan selanjutnya untuk apa aku harus tau? Dia menjawab “supaya kau mengetahui dirimu sendiri agar dirimu tau diri!!!”

There are no comments on this post.

Leave a Reply