DIAN VS DIANA

Dian I

kali pertama aku bertemu dengamu

isyarat cinta tidak hadir dalam nadiku

hanya nafsu yang mengejolak dalam raga ini

tapi aneh, mulut berkata setia padamu?

heran?

mengapa ini terjadi padaku?

padahal ini telah berulang-ulang kali

terjadi dalam hidupku

kau begitu sopan dan ramah

membuatku membedakanmu

dengan bunga-bunga di taman surga

Dian II

dialah dian sosok yang sederhana

mengajaku berkelana dan brcinta

mengajriku berkata jujur dan berjanji

untuk setia

dialah dian yang memberikanku surga dunia yang indah

dengan sorot matanya aku tertunduk

dengan senyumannya

aku bahagia

tak ku kira …

ludah yang telah ku buang

harus kutelan kembali

tak ku kira …

kini aku memunguti puing-puing

reruntuhan bangunan cintaku

kau begitu berarti untuku

lebih dari nyawaku

Dian III

bunga melati yang kutanam

kusiram dan ku taruh didepan jendela

tercampakan dengan siratan jiwa yang kabur

hanya engkau melati yang selalu

memberiku wewangian dari sekaan jendela

dimana kau selalu berdiri disana

dikamar ini aku merasa hampa tanpamu

wahai melatiku yang wangi dan

selalu berbunga setiap hari

tapi aku takut jika engkau beranjak dari tempatmu

kau akan layu dan mati

mungkin begitulah nasibmu

menjadi sesosok melati indah harum dan wangi

yang menghiasi jendelaku setiap hari

walau harus kurelakan kumbang singgah

di tubuhmu yang mekar

Dian IV

engkau selalu tersenyum padaku

kadang pula memaksaku untuk menangis

heran?

tapi itulah dirimu

kau katakan tidak! padaku

walau kadang mengulurkan tangan padaku

tapi itulah dirimu

kau ajak aku untuk berjaji

walau kadang kita ingkari bersama

begitulah dirimu

kau sirami aku dengan air sucimu

walau kadang aku merasa bersalah

itulah dirumu

Dian V

ku akui aku tlah jatuh

dan tak bisa lagi terpikat dengan yang lain

tapi ku sadar kau bukan miliku

dan tak mungkin kita akan bersama

ku akui aku memang lemah

hingga cintaku punah ditelah waktu

tapi kusadar rasa ini takan hilang

hingga akhir menutup mata

aku yakin memilki tak selalu nyata

tapi aku yakin kebahagiaan atasmu lah

yang sejati bagiku

Dian VII

sampaikan kata maafku untuk dia

kepada dia yang telah kusakiti

sampaikanlah rasa rinduku untuknya

kepada dia yang selalu memilikiku

sampaikanlah rasa piluku

kepada dia yang telah meninggalkanku

sampaikanlah rasa inginku untuk bersama

kepada dia yang disana

sampaikanlah padanya bahwa aku menyayanginya

kepada dia yang rela atasku kebahagianku.

There are no comments on this post

Leave a Reply