KAIL CINTA

Karya: Dedi Suhendar

Mahasiswa Sastra Inggris UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Hujan gerimis membasahi bumi

Ranting-ranting basah dengan lumut hijaunya

Waktu itu aku berdiri dibawah ranting basah itu

Setelah melawan derasnya suara hati yang membanjiri hatiku

Senyum kutorehkan dalam bibirku yang hitam

Hari ini adalah kail pertama yang ku lemparkan ke muara hatinya

Gundah dan gelisah apa gerangan setelah kailnya ku lepas,

Mungkinkan ia mengerti apa yang telah ku isyaratkan?

Malam-malamku menjadi dunia baru bersamanya

Walau hanya dalam angan dan sepi

Inikah jalan yang harus ku tempuh untuk memilikinya?

Bahagia setelah kailnya disambut.

Ada burung bernyayi diatas ranting basah itu

Tanyaku padanya, apakah rasa ini akan selamanya aku rasakan?

Burung itu berhenti bernyanyi

Kataku padanya, memang kail itu hanya kuberi umpan cinta

Aku tidak menyertakan harta dan tahta di kail itu

There are no comments on this post.

Leave a Reply