KUMPULAN PUISI DALAM RAGAM SIMBOL

Mancing Disungai Rimba

19 April 2006

Oleh: Dedi Suhendar

Melihat, memakna dan menggumul

Rambut rol warna putih

Baju keras paling rapih

Ada air mengalir dari hulu bersambung ke dermaga

Aku bingung antara santap atau hayal

Tak ada yang memberi angin di setiap mimpi

Buruk, baik, wangi, dan bau

Ku cium di sudut kalbu

Ayah, ibu aku pulang lagi

Tangan terbuka lalu pergi

Pendaringan kering tertiup angin

Kepala memandang pada indung

Laku lampah gontai sayap-sayap patah

Mata juling mencibir jari

Salah tangkap ikan kebiri

Jaring … jaring … layarmu rebahkan

Ya … aku tangkap ikan kecil lagi

Kapan ayah dan ibu menyantap ikan tangkapanku

Dapat …! Seperti angin badai didasar tanah

Tak kusangka belut kecil licin pandai

Memukau mata teteskan air kecewa

Hu … lelah menjaring di sungan ini

Tapi sungai mana lagi?

Kebunku

Oleh: Dedi Suhendar

Dikebunku ada musim semi setiap hari

Anak kecil sembunyi dibalik pohon

Kakiku berjalan mirip strikaan kadang kabur kadang kering kerontang

Yah … ! hanya aku saja dari kemarin

Tak adakah yang melihat saat aku lewat?

Suntuk di kebunku redup angin dingin

Gubuku besar dan bersih

Kenapa aku tidur di pohon mangga?

Terlalu jauh musim ini berlalu

Moga-moga musim panas pindah

Dari Hawai ke kebunku

Agar aku dapat main layang-layang dengan anak itu.

Maksudnya Apa?

Oleh: Dedi Suhendar

Kemarin dan hari ini aku sedang sinting

Pusing tidak tahu kenapa sampai tujuh keliling

Mikirin ini, itu ngak penting

Serasa hidup laksana asing

Ada tumpukan sepanduk lusuh tertumpuk di mushola, hangat, aman nyaman

Air jadi musuh lima hari ini kehilangan kompas saat berlari

Lari … lari … mana kompasku?

Seribu bibir memeluk telinga

Bising dan hingar bingaar bagai pesawat lewati orang dungu

Ada apakah denganmu?

Santai saja lah!

Tari kecak iringi tali temali

Wajah bingung taburkan sontak

Angin … angin kemana saja engkau?

Aku lama sekali mencarimu dalam gelas

Oh iya rambut rontok musuhku

Kutu liar panen padi

Tega … sungguh tega dirimu itu

Lalai, … acuh, … sudah bosan ya?

There are no comments on this post

Leave a Reply